Event Mendatang
Top 10 Lady Enterpreneur 2024, Smesco Building Ballroom - Jl. Jend. Gatot Subroto, South Jakarta at May 05, 2024 - 09.00 AM

Prof. Aisjah Girindra, Putri Indonesia yang Mengubah Standar Halal Dunia

Womanpreneur.id – Setiap kali kita menemukan label halal pada produk makanan di berbagai belahan dunia—dari Jakarta hingga London dan New York—ada kontribusi besar seorang ilmuwan Indonesia di baliknya. Sosok tersebut adalah Prof. Dr. Aisjah Girindra, perempuan tangguh asal Bukittinggi yang dikenal sebagai pelopor sistem sertifikasi halal berbasis sains di tingkat global.

Lahir pada 7 Oktober 1935 di Ranah Minang, Prof. Aisjah bukan hanya akademisi biasa. Ia adalah perintis yang membangun sistem perlindungan konsumen Muslim melalui pendekatan ilmiah yang ketat dan terstruktur. Dedikasinya menjadikan standar halal bukan sekadar simbol, melainkan jaminan mutu yang diakui dunia.

Perempuan Pelopor di Dunia Akademik

Semangat belajarnya telah tampak sejak muda. Di era ketika dunia pendidikan tinggi masih didominasi laki-laki, Prof. Aisjah membuktikan kapasitas dan kecerdasannya.

Pada tahun 1973, ia mencatat sejarah sebagai doktor perempuan pertama di Program Pascasarjana Institut Pertanian Bogor (IPB) dengan gelar Doktor Biokimia Pertanian. Pencapaian tersebut menjadi fondasi kuat bagi pengabdiannya di bidang sains dan industri pangan.

Tak berhenti di sana, ia juga merintis Program Studi Biokimia dan Bioteknologi di IPB—yang kini dikenal sebagai salah satu program unggulan di Indonesia.

Menguatkan Halal dengan Pendekatan Ilmiah

Kontribusi terbesarnya terasa luas ketika ia menjabat sebagai Direktur LPPOM Majelis Ulama Indonesia (MUI) pada 1993. Di bawah kepemimpinannya, sertifikasi halal mengalami transformasi besar.

Bagi Prof. Aisjah, halal bukan sekadar label administratif. Ia memperkenalkan sistem audit berbasis laboratorium dengan melibatkan ahli biokimia, dokter hewan, dan teknolog pangan. Standar yang ia bangun begitu ketat dan sistematis sehingga LPPOM MUI diakui sebagai salah satu lembaga sertifikasi halal paling kredibel dan berwibawa di dunia.

Menyatukan Standar Halal Dunia

Visinya melampaui batas nasional. Menyadari bahwa umat Muslim tersebar di berbagai negara, pada tahun 1999 ia memprakarsai berdirinya World Halal Council (WHC) yang kemudian dikenal sebagai World Halal Food Council (WHFC).

Sebagai Presiden pertamanya, Prof. Aisjah berhasil menyatukan berbagai lembaga sertifikasi halal internasional dalam satu kerangka standar audit global. Prestasi ini menjadikan Jakarta sebagai pusat dewan halal dunia—sebuah pencapaian membanggakan bagi Indonesia di panggung internasional.

Warisan yang Terus Hidup

Meski kini telah berpulang, warisan pemikiran dan sistem yang ia bangun tetap terasa manfaatnya hingga hari ini. Setiap label halal yang kita lihat adalah bagian dari sistem yang ia rintis dengan ketelitian ilmiah dan integritas tinggi.

Prof. Aisjah Girindra membuktikan bahwa identitas sebagai putri Minang dan Muslimah dapat berjalan seiring dengan kecemerlangan sains kelas dunia. Namanya kini diabadikan dalam prasasti penghormatan di lingkungan IPB, sebagai bentuk apresiasi atas dedikasi dan jasanya bagi bangsa.

Ia adalah bukti bahwa dari tangan seorang ilmuwan, ketenangan umat dalam mengonsumsi produk halal dapat dijaga—bukan hanya untuk hari ini, tetapi untuk generasi mendatang.